# KEMBALI KE TITIK AWAL

Ketidakpastian ini membuatku kehilangan arah dan semakin tenggelam dalam banyak pertanyaan.

Mempertanyakan diri adalah rutinitas yang mengikat untuk sekarang.

Ketidakjelasan jati diri membuat ku resah dan diam di tempat tanpa ada perubahan.

Terkadang terasa nyata kesenangannya hingga aku pun bisa tertawa lepas tanpa beban.

Tetapi secara tiba-tiba sengatan arus listrik datang dan merubah ku menjadi bukan siapa-siapa.

Padahal mereka sudah dekat dan ingin menggenggam erat tangan,

Tetapi hujan badai menghanyutkan segala kegembiraan.

Mereka hampir bersama,
Tapi harus berpisah karena berbeda muara.

Pendekatannya kacau balau sebelum sempat memulai.

Ingin bergerak maju tapi tak ada cela dan sela.

Kataku "remuk-remukan saja dindingnya", agar aku bisa cepat-cepat melihat cahaya.

Peringkat yang susah payah digapai, tiba-tiba kembali jatuh karena ketidakpercayaan diri.

Banyak suara yang terdengar di telinga yang hanya dua ini,

Banyak pula bayangan belum pasti yang terimajinasi.

Ribuan bahkan jutaan ciptaan Tuhan yang katanya paling mendekati sempurna, bahkan tak mampu untuk sekadar memahami.

Lelah nan letih untuk berputar dalam lingkar yang tak bersudut dan berujung membuat ingin menyerah tapi apalah daya diri.

Kesempatan sepertinya terlalu sering menghinggapi hingga tak kuasa untuk datang lagi.

Dia diberi hak untuk memutuskan, namun karena terlalu banyak pilihan dia ragu bahwa dia layak.

Sebenarnya memang cukup sulit untuk mengerti,

Sebab, yang mengetahui inti dari semua ini juga sedang memiliki perdebatan batin pribadi.

Komentar