# TAK KURELA TUK DILUPA (1)

Ini mungkin akan jadi surat tanpa pembaca, karena ini hanya sekadar ungkapan rasa dan kata yang menyiratkan syukur dalam banyak makna...

Teruntuk orang-orang yang telah Tuhan kirim untuk datang dan menghiasi hampanya perjalanan ku,

Mungkin ada beberapa hal yang berbeda diantara kita dan juga beberapa hal yang tidak sejalan, banyak keluhan yang kadang hanya bisa terungkap dalam pikiran di otak,

Namun yang perlu diketahui adalah rasa syukur akan kedatangan kalian itu yang paling berharga...

Mungkin akan terdengar tak masuk akal dan layaknya tipu muslihat, mungkin banyak juga yang berpikir tentang kurangnya ketulusan ataupun maraknya kemunafikan terhadap apa yang akan disampaikan,

Itu akan sangat termaklumi sebab setiap pandangan adalah benar adanya tergantung dari apa yang tertangkap mata, hati, dan benak...

Dulu sampai sekarang, bahkan sampai detik aku mengetik ini, kukira tak akan ada kata pemeran antagonis di dunia,

Dan benar saja begitu banyak macam orang dan pribadi yang sudah ku temui nyatanya sangat membenarkan pemikiranku itu.

Tak bisa dipungkuri setiap dari yang kujumpai mempunyai ideologi mereka yang begitu mencerminkan kebhinekaan,dan beberapa diantaranya tak memiliki kesepakatan yang mufakat dengan prinsip yang ku pegang,

Tapi entah kenapa dan mengapa, Tuhan selalu membuat ku terus ingat tentang begitu banyaknya kebaikan mereka sehingga perbedaan yang harusnya menghambat menjadi jarang terlintas...

Tak bisa ku sangkal bahwa aku juga pernah memikirkan, "Bagaimana bisa mereka seperti itu? Bagaimana bisa mereka melakukan itu? Apa sebenarnya yang mereka pikirkan? Apa itu yang mereka pikir benar?", dan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan retoris yang timbul dalam kepala.

Tapi semuanya itu selalu saja terpatahkan dan tergantikan dengan banyaknya karakter kedewasaan mereka yang membuat ku tersadar akan betapa berarti dan berdampaknya mereka untuk alur ceritaku...

Banyak terimakasih yang sudah kusampaikan, akan selalu kusampaikan, belum sempat ku sampaikan, dan mungkin belum bisa tersampaikan kepada mereka semua. Aku meminta dengan sangat ucapan maaf kepada kalian akan hal itu.

Mungkin kalian semua akan bepikiran hal yang sama, menganggap bahwa aku baik, bahkan layaknya malaikat, dan itu selalu membuat ku tersanjung bahkan membuatku takut besar kepala.

Tapi kita semua tau tak bisa sempurna dalam menyukai dan mengagumi setiap orang. Bahkan pikiran berlawanan tentangku dari kalian pasti ada, dan aku sangat amat menyadari dan menerimanya dengan lapang dada, aku tak marah atau bahkan kecewa.

Aku hanya takut, cemas dan khawatir tentang bagaimana kita nanti, bagaimana kita ke depannya.

Kita memang belum pernah bisa dikatakan sedekat amplop dan perangko,

Tapi menghabiskan waktu bersama akan jadi kenangan yang paling tidak kurela untuk dilupakan. Dan karena alasan itulah aku semakin merasa ketakutan.

Takut jika kalian akan menghindar, takut jika kalian akan menjauh, takut kalian akan merasa kurang nyaman,

Cemas kalian akan berpikiran aneh tentang ku, cemas kalian tak akan memaafkan setiap kesalahanku,

Khawatir aku kurang melakukan yang terbaik, khawatir aku akan tak tau diri dan membuat onar, dan banyak sekali yang harus dibimbangkan karena aku tak mau kehilangan.

Aku tak suka perpisahan, aku tak suka pertengkaran, aku tak suka pertikaian, aku tak begitu suka dengan keambisian, dan karena itulah membuat ku semakin takut kalian akan meninggalkan ceritaku tanpa jejak, tanpa alarm, dan tanpa selamat tinggal.

Banyak sekali yang ingin aku keluarkan dari isi kepala menjadi bentuk ketikan yang ku tulis sekarang, tapi kurang percayanya diri membuat ku berpikir berulang kali untuk meluapkan semuanya,

Jadi aku kira cukup untuk saat ini, intinya aku ingin kalian bahagia dengan adanya aku dalam alur cerita kalian seperti halnya aku sangat sangat gembira dengan hadirnya kalian. Di lain kesempatan akan ku ungkap satu persatu rasa syukurku untuk masing-masing orang...

Ini hanya pembuka jadi sampai jumpa...

Komentar

Posting Komentar