# TEASER SANDIWARA PENULIS :(

PERINGATAN.

Sebagian menganggap aneh dan sisanya diizinkan mengira unik.


Inilah sekilas sinopsis dari dunia yang entah bercampur kesengajaan atau tidak tentang bagaimana ia melihat, memandang, mengerti, dan memahami.


Berkaca pada sinema layar televisi,

Tersugesti adalah dasar dari segala yang terlintas dibenak, tertindak oleh tangan dan kaki, serta yang ditimbang oleh hati.


Mahakarya luarbiasa yang dengan bayangan di kepala lalu terproyeksikan oleh lensa mata, dirasa sangat merancukan pikiran..


Seolah belum mengambil keputusan, tapi di kenyataan mufakat telah dikumandangkan secara mendadak..

Mungkin itu pula pemantik timbul suara keras yang selalu terdengar di hati dari isi kepala bernama otak....


Kapan ini dimulai dan kapan akan sampai pada garis akhir belum bisa diagendakan.

Sesak karena kadang menyiksa, tapi nikmat juga dirasa,

Salah satu alasan mengapa belum bisa diandalkan dan belum bisa dikatakan dewasa.


Sebentar sadar, namun sekejap berubah dengan skala derajat yang besar.

Dengan kesadaran mencoba menghentikan, tapi bingung merenggut di tengah perjalanan..


Cermin sudah dibawa untuk mengingatkan,

Tangan sudah diajarkan untuk menampar dan mengendalikan kenyataan..


Namun terbuai oleh bunga malam yang terasa bak prediksi masa mendatang...

Dalam alam bawah sadar membangun kerajaan, mengontrol pergerakan mimpi yang kadang akan berujung membahayakan.


Seperti merendah untuk meroket

Tapi juga tak ingin menjadi pusat perbincangan.

Serakahnya menginginkan semua berujung keegoisan..


Ini namanya kemunafikan?!

Tapi selama waktu berputar dengan jarum pada porosnya, dia sangat berusaha menanamkan bahwa tidak ada keantagonisan di setiap insan..


Mungkin ternyata itu milik dia yang akibatnya tak sanggup melihat peran antagonis yang dicari-cari,

Ini hanya bisa diterka tanpa dapat dipastikan...,


Bukan untuk dilihat mengenaskan,

Tapi hanya mencoba menemukan jalan keluar..

Mencoba mencari bagaimana bisa berkembang menuju yang dikata orang dengan "kedewasaan"


Sempat muncul ide bahwa mungkin penyakit diempunya, sehingga menjadikan sebuah kekacauan.

Sempat mengira bahwa pribadinya memiliki dua bahkan lebih rupa dalam satu wadah...


Kantuk terus saja melanda memberikan tanda bahwa dia sedang tidak baik-baik saja.

Satu tubuh seolah dipotong jadi seperenam belas lebih bagian..


Bisa jadi anak kecil, bisa jadi remaja, bisa jadi sedikit dewasa, bisa jadi self play victim, bisa jadi sok kuat, bisa jadi kejam, bisa jadi tidak enakan, bisa jadi pasrah, bisa jadi si paling dominan, bisa jadi dianggap kesempuraan, bisa jadi diam tanpa kata dan pikir panjang...,


Lelah tak terbendung,

Ingin mengakhiri dengan darah tapi undur karena rasa sakit yang dikhawatirkan..

Jenjang kaki yang cukup panjang tidak berguna karena meringkuk keseringan..


Jujur pada diri saja dia kadangkala tak mampu,

Dia bahkan tidak bisa menjawab saat ada pertanyaan "apa yang kamu suka, apa yang kamu bisa, apa yang kamu mau"

Pertanyaan-pertanyaan psikis yang menunjukkan rapuhnya mental..


Banyak takutnya bukan hanya kepada barang dan hewan, tapi juga dengan sesama jenisnya.

Entah apa fobianya, sampai sempat melabeli sendiri tanpa arahan akurat....


Berusaha mengarahkan pemikiran bahwa yang menderita banyak di luaran sana,

Rasa kecewa dan dengki mungkin juga ada di aliran darah beberapa manusia.

Tapi apa ada yang persis sama dengan dia?!


Rasanya ingin menyerah, mengangkat dan melambaikan kedua tangan pada kamera, serta mengibarkan bendera putih bukti penyerahan diri,


Tapi apa akan disetujui?!

......

Komentar