# ADIL KAH

Terkadang hidup memang menyenangkan untuk si A
Dan menyakitkan untuk si B
Datar bagi si C
Naik turun bagi si D

Kata adil tidak tercantum pada ego
Apa yang dilihat mata belum tentu dapat dirasa
Yang terlihat baik-baik saja ternyata dia yang amat terluka
Kekejaman dan ketidakpastian di dunia acapkali dijadikan dalih untuk tidak menyalahkan diri
Perjuangan banyak kali tak mendapatkan perhatian dan perhargaan atas ketangguhannya
Hati menjelma jadi ruang kalut nan kusut akibat kerap bertengkar tak habis-habisnya

Patahnya benar benar patah
Robeknya tak beraturan meninggalkan banyak bekas
Harapan sudah tidak lagi menjadi pegangan
Bukan karena menyerah, hanya saja sedang tersesat tak menentu arah
Juga tidak ada yang menjulurkan bantuan

Tetesan berubah jadi aliran air mata
Tangisnya kini menuju muara kesedihan
Tak banyak yang tau sebab memang tengah dirahasiakan

Hampa dan kehilangan gencar-gencarnya menyerang
Tanpa ampun bercampur dengan perasaan
Mendominasi hingga mendorong keluar berceceran

Mengapa selalu yang sendu yang dituangkan dalam bentuk tulisan?

Itu karena wadah paling manjur untuk mengeluh tanpa cibiran adalah ungkapan tak bersuara
Kiasannya cukup untuk membuat bingung sekaligus kagum
Dan makna tersiratnya menjadikan yang awam akan tetap acuh,
sedangkan menjadikan beberapa yang mengerti ikut merasa

Ini bukan tanda tidak bersyukur
Hanya saja kedagingan masih menjalar bebas tanpa ada yang menegur
Akibatnya rapuh sudah hati dan darah telah tercucur...

Komentar