# TERLAMBAT
Tak pernah bisa lagi tuk merasa bahagia.
Karena bisa saja sudah mati rasa.
Terlampau senyap hingga detik jam yang tergantung berdetak dalam dada dan isi kepala.
Menyesal tiada guna, usaha tiada dikira, Konsekuensi tiada tenggelam sirna.
Sesal yang timbul menjadi dampak atas keliru
Hilang arah, terombang-ambing sebab sempat berbuat tabu
Terperosok batin dan raga, terikat kokoh nan tak rapuh
Menghabisi udara dan cahaya secara menggebu
Terasa penuh dan hampa,
Terasa sesak dan lega,
Terasa terbungkam dan berkeliaran..
Menghilang jadi bayang yang amat remang
Gelap gulita, entah sementara atau selamanya sedang hinggap dan bersemayam
Berubah berbeda menjadi yang tak dikenal dan dipandang.
Saat yang lain telah mengepakkan sayap dan pergi menjulang
Ia masih saja menjadi benih yang berasa baru saja bertunas,
tapi tak kunjung berakar kuat dan bercabang...
Sinkronisasi tubuh, hati, dan akal sangat jarang bisa terjadi saat ini
Sungguh menyiksa, namun hanya bisa melalui esok dan esok lagi
Seenak hati meski tanpa ahli
Tiada lagi yang dapat dicoba untuk menghindar,
Tak mampu menutup apa yang telah beredar,
Resiko dipastikan mampir melalui berbagai radar,
Hanya menyerah, berserah dengan pasrah yang bisa ditebar menjalar.
Waktu yang dianggap tepat,
Seolah terus saja menjadi jerat.
Bersih tak bersisa karena terjerumus terlambat.
Hanya bisa terus mencoba bangkit meski punggung sudah sangat lekat pada darat.
Komentar
Posting Komentar