#SUARA HATI YANG TERLINTAS DALAM BAYANGAN

Berpikir menjadi seperti orang lain adalah keahlianku,

Jutaan tetes air mata telah menjadi saksi untuk aku mengagumi sekaligus mengingini,

Mempertanyakan ketidakadilan kulakukan demi mendapat jawaban yang memuaskan batin dalam pikiran,

Lekung senyum yang tanpa sadar terlukis membingungkan sanubari,

Antara bangga melihat sebuah keberhasilan ataukah resan terhadap keberhasilan yang bukan atas nama diri,

Aku benar-benar bahagia, tapi aku juga benar-benar terluka,

Kadang terlintas di benak bahwa hidupku tak seharusnya seperti ini,

Tapi terpatahkan dengan kenyataan bahwa masih banyak lagi yang lebih tertunduk dalam duka selain pribadi ini,

Namun lagi-lagi hasrat insan manusia membuatku berekspektasi,

Tanpa menghitung bahwa persentase realitas alam lebih memungkinkan untuk terjadi,

Langkah apa yang harus kuambil untuk berjalan dalam jalur perubahan,

Jejak kaki mana yang akan menuntunku agar terbebas dari si timburu,

Otak ini lelah memikirkan cara untuk berubah tapi nyaman dengan kata berdiam tanpa usaha,

Niatan hati ingin kugerakkan sekuat tenaga namun terhambat sebuah kelesa.

Potensi yang sejak lama kudambakan, orang lain yang menguasainya,

Pesimis lahir untuk mengatakan bahwa aku tidak memiliki apa-apa,

Sempurna bukan milik manusia, sempurna di dunia hanya ada dalam sinema sandiwara,

Sudah tak sanggup bila harus terkurung dalam lautan kebingungan seumur hidup,

Kebingungan yang membuat bimbang untuk meraih goresan mimpi yang telah dituliskan,

Masih ada ribuan alasanku untuk mengheran, menyesal, bersyukur, dan bingung,

Heran tentang semua yang kuanggap istimewa, berharga, dan luar biasa yang tak pernah berpihak padaku,

Menyesal akan segala yang ku rengekkan pada Tuhan karena sekadar ingin hidup tanpa bayang-bayang kekurangan dan ketidakpercayaan diri,

Bersyukur atas apa yang telah dianugerahkan entah itu ceria atau lara, dan terus berpikir bahwa aku bukan satu-satunya,

Bingung akan kesenjangan tentang cara berpikirku dan bagaimana aku merealisasikannya sangatlah bertolak belakang,

Bersyukur adalah ketetapanku, namun heran nan bimbang terus berkeliaran mengepung,

Tak ada larangan untukku terus bersyukur, tapi penyesalan sering kali memblokade jalanku,

Tak ada alasan untukku tidak bersyukur, hanya saja aku ingin alasan juga ada pada kebingunganku,

Tiba-tiba datang secarik pesan Tuhan menyadarkanku lewat salah satu umatNya,

Yang berucap tentang bagaimana kita ada di dunia karena maksud dan tujuan yang hanya diketahui sang pemilik semesta, yang pastinya sudah ditujukan untuk kita,

Kini aku masih tak mendapat jawaban yang pasti tentang pertanyaanku,

Aku pun masih mencari cara menyetarakan antara apa isi kepalaku dan bagaimana aku melaksanakannya dengan tekad yang menciptakan sebuah sinkronisasi,

Aku juga tak akan berucap janji untuk tidak akan mengheran, menyesal, dan bingung kembali di kemudian hari,

Aku hanya akan berusaha, terus berusaha, dan lagi-lagi berusaha untuk mencari apa aku sebenarnya,

Jadi akan bagaimanakah alur cerita ini selanjutnya??? Ayo tunjukkan padaku kejutan-kejutan yang tak akan pernah terpikirkan oleh logika, tunjukan bahwa semua ini hanya bergantung pada keyakinan semata...

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer