#SI PEKAK YANG INGIN DIDENGAR

Kisah ini mungkin akan asing di telinga, sangat maya dan tak mampu untuk dipercaya,

Tapi telah ku ringkas rentetan alur panjang dari kisah ini dan berusaha agar bisa dimengerti,

Ini cerita tentang anak manusia yang tak hanya sendiri tapi juga cacat hati,

Dia keliatan baik-baik saja, sangat sehat malah,

Tapi bukan raganya, melainkan jiwanya,

Bukan badannya, melainkan isi pikiran dan hatinya,

Bukan jasmaninya, melainkan rohaninya,

Yang membuatnya sangat baik di luar,

Namun amat menyedihkan di dalam,

Karena ada sebuah kata yang membuatnya kadang menganggap dirinya hanya seonggok sampah tak bermakna,

Sebut saja dia Si PEKAK. Iya benar, dia Si PEKAK,

Nama yang cukup aneh bukan?

Tapi itulah kenyataan,

Itu bukan nama aslinya, melainkan nama yang selalu terdengar di pendengarannya,

Makin aneh kan? Ya, nama itu muncul dan dikenakannya karena sebuah kejadian,

Kejadian yang sering dialaminya sampai tak terhitung jumlahnya,

Yang membuat dirinya terbiasa dan mulai menikmati sebutan yang sebenarnya sangat merendahkan harga diri dan martabatnya sebagai sebuah ciptaan sang Khalik di atas sana,

Awal dari segalanya, tak pernah dia dapat terima,

Tapi, lambat laun dia mulai membenarkan semua asumsi tentang dirinya,

Banyak yang bilang dia manusia diantara kecerdasan dan kebodohan,

Ada yang berucap bahwa dia adalah objek yang paling pas untuk dijadikan bahan perbandingan,

Banyak yang berkata akalnya tak berguna dan menyebabkan banyak masalah,

Beberapa mengatakan jika dia terkena demensia dan melupakan banyak hal sepele hingga menjadi penyebab seseorang naik pitam,

Segelintir insan biasanya bergosip tentang dirinya yang dianggap tak pernah keluar dari bayang-bayang orang tua,

Dan muncul sebuah fakta mengejutkan,

Bahwa benar dia manusia yang dianggap cerdas, tapi tak becus dalam menggunakan akalnya,

Tapi tak ada yang mau mendengar apa alasannya,

Dia tak pernah menyombongkan bahwa dia pintar,

Dia tak menyangkal jika dia memang sering melupa,

Namun juga tak ada yang mau tau, bahkan mungkin tak peduli apakah dia benar-benar sulit untuk mengingat atau hanya kehilangan konsentrasi karena otaknya lebih fokus berpikir hal-hal yang jauh,

Dia juga setuju akan dirinya yang dijadikan bahan perbandingan, karena memang dia sangat sering dibandingkan dengan manusia lain yang sama-sama tak sempurna,

Tapi sesungguhnya dia sangat tak menyukai saat-saat dimana dia dibandingkan dengan orang lain,

Namun seperti biasa orang-orang menutup rapat kedua telinganya,

Bahkan tak ada yang mencari kebenaran bahwa dua insan yang baginya sangat penting nan istimewa,

Yang menyodorkan sebutan Si PEKAK padanya,

Apa sampai disini kalian mengerti? Atau masih bersomasi kesalahan mutlak adalah milik Si PEKAK ini?!

Ku mohon... Si PEKAK ini hanya ingin kalian berpikir dan menyadari jika benar Si PEKAK tak sepenuhnya betul, tapi tak bisa diacuhkan pula bila dia juga tidak sepenuhnya salah,

Dia hanya ingin didengar dan ditegur tanpa nada membentak serta tanpa sikap seperti dalam medan perang,

Dia manusia berhati, bukan makhluk tak berjiwa yang tak akan memberontak apapun yang akan dilakukan,

Dia sudah berusaha keras membela dirinya,

Tapi semua belaannya hanya dianggap tong besi kosong yang nyaring bunyinya,

Tanpa orang di sekitarnya memastikan tong itu benar-benar kosong atau sebenarnya berisi emas dan perak yang menimbulkan bunyi nyaring saat tong itu bergoncang.

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer