# BERAT
Memang tidak semudah itu menjadi makhluk berperasa nan berakal,
Terus menerus merasakan konflik hati dan otak yang jarang bisa selaras..
Sejenak diketahui bahwa ternyata semua mengalami masa mencaci dan dicaci,
Merasakan penghakiman yang datangnya bukan dari hakim persidangan..
Pandangan yang tak pernah bisa dijadikan patokan,
Disaat ingin memilih selalu ada yang menyalahkan..
Mengapa bahagia terus terusik batu kekecewaan dan direnggut kesedihan....
Bukan main tanjakannya membuat letih dan lelah cepat menjalar..
Sungguh dalam hingga banyak kali terjadi fase hampir tenggelam...
Validasi berkawan erat dengan ego,
Tak lama kemudian dipatahkan sebagian sisi dengan penuh kesadaran.
Selagi ingin melihat terang diberi remang-remang,
Dinamisnya dunia menyatakan perubahan yang akan selalu berlalu lalang...
Katup-katup mulai melayu tak kuat lagi untuk gagah berdiri
Beban besar yang bisa dibagi malah ditanggung sendiri akibat tak bisa mempercayai
Lontaran kata berujung sesat tanpa pembuktian,
Dikalahkan materi dan kekuasaan menambah tanggungan massa beban..
Awal awal penuh ketertarikan,
Di pertengahan malah membingungkan sanubari dan menuju jurang ketidaksukaan..
Niatan yang dianggap benar seolah sebuah kesalahan besar,
Sedangkan ketidakbenaran ditelan secara mentah-mentah...
Harapan terus saja diungkapan untuk bisa keluar dari lingkar setan,
Tapi daya yang terkikis tangis, terisap, dan terperosok menghambat tangan menggapai kebebasan bahkan juga ketenangan...
Keputusan gila sering bertamu,
Namun beruntung belum ada kepastian untuk menetap walaupun senapan di tangan kiri dan pisau di tangan kanan.
Tapi itulah tempat dimana manusia berpijak..
Penuh misteri tanda tanya tanpa solusi,
Banyak tentang kebohongan ekspresi dan emosi...
Yang bisa dikerjakan hanyalah mengikuti kemana arus air akan bermuara,
Dimana akan jatuh bersamaan pancuran air terjun menghanyutkan lara tapi tidak juga menyembuhkan malah menambah luka....
Keren
BalasHapus