# MEREKA YANG BARU
Aku amat bersyukur nan berterimakasih karena ada mereka yang mau hadir dan singgah di perjalananku...
Aku yang selalu ketakutan dengan masa sekarang di masa lalu, ternyata mulai tau apa arti membaur..
Mereka semua sungguh baik tanpa terkecuali, tanpa bersyarat. Dengan karakter dan cara berpikir yang berbeda-beda mungkin tak selalu selaras dengan prinsipku tapi juga bukan berarti itu bisa dihakimi namun malah terkesan unik, itu yang diterima mata dan otakku.
Untuk waktu yang terbilang singkat, izinkan aku mengucap dari kejauhan tanpa suara gaduh... Tentang bagaimana aku tak henti terpukau karena datangnya mereka menciptakan lika-liku alur baru untukku.
Tapi di balik sisi yang lain, lagi-lagi yang disebut cemas itu muncul menggerogoti kegembiraanku di tengah mendapat bongkahan berlian berharga.
Aku takut ramah tamah mereka yang membuatku ingin membalas rasa syukurku, malah akan jadi boomerang bagiku dan bom waktu untuk mereka-mereka yang mulai ku perhatikan lebih.
Resahku tentang mereka akan tau kerapuhanku bisa membuat mereka menjauh bahkan mengucilkanku.
Bimbangku selalu tiba disaat aku tersadar kembali bahwa aku yang merasa nyaman mulai menginginkan hal yang lebih besar dari kesempurnaan.
Kadang terlalu ingin aku mengikat mereka untuk bisa selama mungkin berada dalam lingkaran radarku.
Dengan congkak aku berkhayal jadi matahari yang senantiasa dikelilingi planet, padahal jadi butiran pasir saja belum tentu aku sanggup.
Ketidakstabilanku membuatku ragu untuk mendekat dengan mereka sekaligus menghalalkan berbagai cara agar bisa diterima.
Mereka yang baru menau tentang ku menganggap aku dapat diandalkan...
Tapi seperti biasanya, apakah aku akan kembali membuat kefatalan berujung kesepian?
Tak tau kapan, tapi akan ku pastikan kutemukan jalan keluar...
Jadi tolong, bertahan dalam panggungku sedikit lebih lama...
Komentar
Posting Komentar