# BERUBAH
Nyatanya bukan sekadar dunia yang dinamis oleh perubahan,
Melainkan isi didalamnya yang sering kali berperan sebagai penghuni tanpa raut dosa juga tidak konsisten dalam kestatisan.
Dulu dia ingin waktu cepat berlalu,
tapi sekarang dia ingin waktu sejenak terhenti bak dia seorang penjelajah waktu.
Dulu dia ingin tau semua hal agar dianggap pintar, cerdas, bahkan bijaksana.
Tapi sekarang dia ingin kembali ke rentang waktu saat dia belum mengetahui apa-apa.
Dia berkata pada dirinya untuk terus bertahan dan berkata "kamu pasti bisa",
tapi dalam pertahanannya dia melemah seolah akan runtuh dengan setitik sentuhan saja.
Dia ingin semuanya berjalan sesuai harapan dan rencana,
namun seakan pasrah dia tak bertindak untuk apa yang diingininya..
Dia terus saja berucap ingin; ingin jadi orang itu, ingin memiliki itu, ingin bisa melakukan itu, dan banyak lagi yang lain dari ingin terhadap 'itu'..
Tapi dibalik inginnya dia terus saja menampar diri sendiri jika tak semua hal bisa manusia ini miliki
Satu sisinya mengatakan ini hanya masalah waktu dan karena waktu terus berlalu maka yang bisa dilaku hanya berpacu.
Sisi yang lain menimpa dengan kata tak terima bahwa dalam siklus waktu juga dibutuhkan kursi rehat yang tidak terburu..
Yang lainnya seolah memberontak, "Jika tak mampu akhiri saja dipertengahan". Namun hingga kini tidak ada guratan gerak.
Dan banyaknya dialog menjadikannya manusia kebingungan, manusia tanpa keputusan, manusia tanpa kejelasan...
Banyak harapan dan tujuan dalam hidupnya, tapi terkalahkan dengan sabda bahwa tujuan mu sekarang cukup selesaikan apa yang kamu mulai dan setelahnya kamu boleh hilang...
Revolusi dan evolusi tak kunjung elok di dalam bahari.
Dikatakan beralih jadi bungkam, namun menunjuk pergeseran menjadi yang terdepan.
Rasa yang paling tidak bisa dipercaya..
Kecewa bila diam bertahan tak kunjung ada pembaharuan, tersedu tertatih untuk setiap metamorfosa.
Seperti badai pancaroba untuk tiap insan dengan imun rendah,
Layaknya tarian gelombang peradaban membawa arus yang mengasyikkan sekalian menyiksa.
Ini juga bukan hanya tentang sengara,
Beranjak seringkali didefinisikan sebagai perjalanan menuju perkembangan pula..
Konversi menjadi langkah untuk menjadi beda walaupun belum terjamin jadi istimewa nan sempurna.
Transformasi kian didamba, dengan dampak yang tak kasat mata menghunus dengan tajam otak dan rasa.
Ini semua memang tentang sudut mana yang terlihat oleh pelupuk mata..
Bukan berarti tak berkenan, hanya saja kalangan pencari tuah jati diri ini menjadi iri..
Bisakah untuk tidak berubah?!
Keterbiasaan membuat keterbatasan yang tak mau dinegasikan.
Jikalau pun tidak dapat dicegah;
Bisakah untuk menjadi indah,
Bukan malah menjadi sampah....
Komentar
Posting Komentar